Menurut Kantor Berita ABNA, bertepatan dengan hari peringatan kesyahidan Imam al Hadi as, Ayatullah al Uzhma Sayyid 'Azaluddon Husaini Zanjani salah seorang ulama Marja Taklid Syiah yang bermukim di Masyhad Selasa dini hari (14/5) menutup mata untuk selama-lamanya setelah beberapa hari berada di Rumah Sakit karena sakit yang dideritanya.
Ulama besar Iran yang termasuk murid dari Allamah Thabathabai dan Ayatullah al Uzhma Burujerdi tersebut sejak dua bulan lalu divonis sakit oleh Dokter dan harus melalui berbagai rangkaian pengobatan medis. Meskipun dilakukan berbagai upaya penyembuhan namun kondisi kesehatan beliau semakin memburuk sehingga di hari yang bertepatan dengan peringatan kesyahidan Imam Al Hadi as ulama besar ini menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Ulama yang juga salah seorang pejuang Revolusi Islam Iran ini selama bertahun-tahun mendekam dalam penjara akibat protes-protes dan kritikannya yang disampaikannya secara terbuka kepada kezaliman dan kesewenang-wenangan Rezim Pahlevi. Beliau kemudian baru bisa menghirup udara segar kebebasan setelah kemenangan Revolusi Islam Iran atas perintah Imam Khomeini.
Jenasah ulama besar tersebut rencananya akan dimakamkan di kawasan Haram Muthahar Imam Ali ibnu Musa ar Ridha as di jantung kota Masyhad. Ayatullah al Uzhma Sayyid 'Azaluddin Husaini Zanjani lahir pada tahun 1300 HS (bertepatan dengan tahun 1921 M) di kota Zanjan Iran. Beliau lahir dan besar di tengah-tengah keluarga yang mencintai ilmu agama. Kakek beliau adalah ulama besar kala itu yang bernama Sayyid Muhammad Mujtahed Sardani sedangkan ayah beliau bernama Mirza Muhammad Husaini Zanjani yang juga merupakan salah seorang ulama besar yang disegani karena ketinggian ilmu dan keindahan akhlaknya.
Ayatullah Zanjani semasa hidupnya mengajar dan menyebarkan ilmunya di Hauzah Ilmiah Zanjan, Teheran dan Qom. Atas permintaan ummat dan para guru besar hauzah Ilmiah, ulama besar ini pada tahun 1354 HS merilis kitab risalah amaliahnya dengan judul "Risalah Jami al Ahkam" di kota suci Masyhad Iran. Beliau sangat dicintai warga kota Masyhad, setiap majelis-majelis keagamaan yang menghadirkan beliau sebagai penceramah senantiasa penuh sesak oleh ummat yang hendak menimba ilmu dari keturunan Nabi Saw tersebut. Beliau sampai menjelang akhir hayatnya menjadi imam Masjid di Masjid Imam Shadiq as kota Masyhad Iran.